
Interior Aula Pertunjukan
Paviliun Arsitektur
Ruang Pertunjukan
Arsitektur yang memegang malam dengan ringan.
Dibayangkan sebagai suaka tropis berprofil rendah, tempat pertunjukan akustik intim, bersantap, dan lanskap purba saling berkomunikasi.
01
Respons lokasi
Mulai dari iklim dan kontur.
Naungan kayu dalam, ventilasi silang angin laut, dan pemandangan hutan hujan membentuk arsitektur yang selaras dengan alam Siberut.

02
Pertunjukan
Pandangan, suara, dan kedekatan.
Dirancang agar setiap tempat duduk berada dalam jarak dekat dengan panggung—tempat di mana hembusan instrumen atau nuansa vokal menggema di seluruh ruangan.
- Hubungan seniman dan penonton yang tak tertandingi
- Kisi-kisi kayu akustik berteknologi tinggi
- Transisi lentur antara bersantap dan pertunjukan
- Alur tropis dalam-luar ruangan yang mulus

03
Material
Berwujud, tahan lama, dan spesifik.
Dibuat dari kayu yang dipanen secara berkelanjutan, batu pahatan tangan, dan aksen kuningan yang menua dengan indah dalam udara laut pesisir.
MOHO · MENTAWAI BAY
Sebuah ruang harus berawal dari tempatnya.
Lihat lanskap dan prinsip yang membingkai usulan.
Jelajahi Teluk Mentawai